iENA International Trade Fair Ideas Inventations New Product, event yang diikuti oleh Smart Tyrender bikinan Haryo Widya Darmawan, merupakan kompetisi inovasi. Khususnya di bidang teknologi yang digelar di Nurnberg, Jerman pada tanggal 31 Oktober-3 November 2019. Dalam kompetisi tersebut, ada tiga tingkatan peserta yang mengikuti lomba, yakni tingkat sekolah (youth), universitas dan corporation.

“Jadi iEna itu kompetisi tentang inovasi di bidang teknologi dan sebagainya. Acaranya itu diadakan di Jerman tanggal 31 Oktober-3 November 2019. Untuk tingkatan lombanya, ada sekolah, universitas dan corporation,” jelas Haryo Widya Darmawan, mahasiswa UMM yang mengikuti ajang tersebut.

iENA International Trade Fair Ideas Inventations New Product, Smart tyrender, Haryo Widya Darmawan
Foto: Haryo Widya Darmawan

Medali Perunggu dengan Kategori Universitas

Dalam kompetisi tersebut, Haryo yang membawa nama UMM berhasil meraih penghargaan. Penghargaan yang didapat mahasiswa jurusan teknik mesin tersebut adalah bronze medal untuk kategori universitas.

“Di kompetisi kemarin, saya ikut yang tingkat universitas dan berhasil meraih bronze medal di sana,” terang Haryo saat dihubungi oleh tim Kabarmlg.

iENA International Trade Fair Ideas Inventations New Product, Smart tyrender, Haryo Widya Darmawan
Foto: Haryo Widya Darmawan

Inovasi yang diciptakan oleh Haryo untuk mendapatkan gelar di kompetisi ini adalah Smart Tyrender, alat pendingin suhu ban kendaraan secara otomatis. Haryo mengungkapkan bahwa inspirasi dirinya menciptakan alat tersebut saat dia melihat supir truk yang selalu menyiram bannya dengan air sungai dan semacamnya untuk mendinginkan suhu ban. Haryo berpikir bahwa jika sebuah truk memiliki ban hingga 20, maka supir harus bolak-balik mengambil air untuk menyiram semua ban yang ada di truk miliknya.

iENA International Trade Fair Ideas Inventations New Product, Smart tyrender, Haryo Widya Darmawan
Foto: Haryo Widya Darmawan

“Jadi di sini (Indonesia), supir truk untuk mendinginkan suhu bannya, itu selalu pergi ke dekat sumber air seperti sungai dan menyiram ban truknya dengan air. Supir tersebut biasanya pakai ember untuk mengambil air yang digunakan untuk menyiram. Kalau misal, ban truknya ada 20, supir itu kan berarti harus bolak-balik untuk mengambil airnya. Kenapa tidak dibuat saja automasi untuk mendinginkan bannya?,” tutur Haryo.

Baca Juga: Mahasiswa Unisma Raih Gelar di Turnamen Taekwondo Internasional

Foto: Haryo Widya Darmawan

Haryo mengungkapkan bahwa ia akan terus mengembangkan ciptaannya ini. Ketika di Jerman kemarin, Haryo telah mempresentasikan inovasinya ini ke hadapan audience dan berhasil menarik sebuah pengusaha di sana.

Baca Juga: Fisheries Choir UB Dulang Prestasi di Ajang JWCF 2019

Foto: Haryo Widya Darmawan

“Alhamdulillah kemarin juga saya telah berdiskusi dan menjelaskan ini tamu-tamu yang hadir di acara tersebut. Ada juga yang tertarik mengajak kerja sama, nanti setelah menunggu alatnya jadi,” tukasnya.

Baca Juga: Belajar Enterpreneurship Bersama Creanomic Vokasi UB

Editor: Icha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here