Kabarmlg.com – #AprildiMalang, hashtag yang saat ini sedang hits, khususnya di kalangan para filmmaker. Ada apa sih sebenarnya bulan April ini di Kota Malang? Nah berikut ulasannya.

Seperti pada bulan April di tahun-tahun sebelumnya, Malang Film Festival kembali hadir dan menjadi ajang bagi para sineas se-Iindonesia untuk berkumpul, tepatnya pada 11 sampai 14 April. Lantunan lagu Welcome Home dari D’kross di Theater Dome UMM menyambut hangat kedatangan para komunitas film. Beberapa yang hadir di antaranya DOFI dari Yogyakarta, Ruang Film Bandung, CC Fikom Unpad, Sinematografi UI, Sinema Kolekan dari Jakarta, dan masih banyak lagi. Selain luar kota, ada pula sineas yang berasal dari luar Jawa seperti Padang dan Palu. Sineas Malang pun merasa senang melihat antusiasme sineas yang datang dari berbagai daerah.

Para Sineas dari berbagai daerah berkumpul di Malang (Foto : Dennox)

Tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi sineas Malang karena selain menjadi ajang apresiasi, juga bisa memberi kesempatan kepada filmmaker untuk saling berbagi pengalaman melalui program-program diskusi yang disediakan. Misalnya Program Forum Komunitas dimana komunitas bisa mempresentasikan tentang komunitasnya dan menayangkan salah satu karya. Di samping itu, ada juga program Forum Festival, program ini merupakan salah satu kegiatan diskusi yang bertujuan untuk memberi kesempatan kepada penggiat festival berbagi tentang manajemen sebuah festival film. Dalam diskusi ini juga sineas bisa mengetahui perkembangan film di masing-masing daerah dimana festival itu berasal. Sebuah kegiatan yang amat sayang jika dilewatkan.

“Kebetulan baru pertama kali datang ke MAFI. Menarik acaranya. Disini, komunitas-komunitas film bisa kumpul dan sharing ya pastinya. Apalagi buat yang mungkin baru bergelut di dunia film bisa belajar dengan datang ke festival-festival film, seperti MAFI ini.” jelas seorang sineas dari DOFI Yogyakarta, Adin.

Di MAFI, para sineas bisa saling bertukar pikiran ataupun pengalaman, sehingga bisa mengembangkan perfilman di masing-masing daerah mereka berasal. Dengan begitu, maka perfilman di Indonesia pun bisa semakin maju, tidak hanya dalam segi kuantitas melainkan juga kualitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here