Kabarmlg.com – Andrian Zulva, pemuda lulusan Teknik Elektro UM ini mempunyai usaha yang unik namun sangat menjanjikan. Usaha yang ia rintis sejak tahun 2015 ini bernama RoboEdu. Awalnya, ia hanya bekerja di sebuah lembaga robotic, namun karna cermat dalam membaca peluang, ia akhirnya memutuskan resign dan membangun RoboEdu yang concern terhadap pendidikan robotic anak tingkat Sekolah Dasar (SD).

Logo RoboEdu, dengan Tagline “Aku Bisa Membuat Robot” (Sumber Gambar : RoboEdu)

“Bagi saya, yang terpenting dalam sebuah bisnis adalah mengenal potensi diri dan mengembangkannya. Bekerja sesuai hobi itu, adalah hal yang menyenangkan” ujar Andri, sapaan akrabnya.

Hal ini pun telah ia buktikan di RoboEdu, Andri menyadari potensi yang ia miliki dibidang robotic dan IT Ia pun lantas mengembangkannya menjadi sebuah bisnis menjanjikan. RoboEdu tercipta atas keperihatinan sang owner terhadap dampak buruk gadget terhadap anak-anak. Betapa banyaknya orang tua yang curhat kepada Ia tentang keadaaan anaknya yang candu akan gadget dan bingung harus bagaimana mengatasi kecanduan tersebut. Andri pun lantas menangkap peluang tersebut dengan menawarkan solusi berupa privat dan ekstrakulikuler robotic.

Kegiatan RoboEdu di SD Brawijaya Smart School. Karya Robot buatan Anak-anak yang dipamerkan (Sumber Foto : Instagram/RoboEdu)

Hal menarik yang patut dipelajari dari Andri adalah bagaimana Ia mengawali usaha ini tanpa modal dan strategi pemasaran door to door. “Awal membangun usaha ini saya langsung datang ke sekolah-sekolah dan menawarkan esktrakulikuler sehingga tercipta simbiosis mutualisme, sekolah-sekolah mempunyai keunggulan dengan adanya ekstrakulikuler robotic yang memang masih langka namun sesuai dengan kebutuhan anak zaman millineal di Kota Malang”.

Lantas, tak butuh waktu lama bagi Andri untuk mendapatkan murid-murid yang tertarik belajar merakit robot. Untuk semester pertama saja Ia telah mampu mengumpulkan 50 murid. Semester ini, RoboEdu telah memiliki 160an murid, atau berkembang 3 kali lipat!. “Murid yang berminat ikut ekstrakulikuler tadi akan dipungut biaya persemesternya, biaya itu sudah termasuk bahan-bahan merakit robot. Dari uang tadilah saya putar lagi, sehingga saya pun tidak mengeluarkan biaya sepeserpun saat mulai usaha ini.” Sungguh trik yang smart, seringkali modal menjadi kendala bagi pebisnis muda untuk memulai usaha. Namun hal itu tidak berlaku bagi Andri. Ia mampu membuktikan bahwa modal yang terpenting ialah kemauan dan kerja keras bukan uang.

Anak-anak didik RoboEdu berpartisipasi di RABONAS Lomba Robot Nasional Tingkat SD yang diselenggarakan di Surabaya pada April lalu. (Sumber Foto : Intagram/RoboEdu)

Andri berharap, usaha yang Ia bangun ini dapat membantu para orang tua yang sibuk bekerja dari pagi hingga sore hari sehingga waktu untuk melihat perkembangan anak menjadi berkurang. “Sering kali orang tua itu tidak tau potensi yang ada di anaknya seperti apa, karena kesibukan kerja mereka.” Imbuh Andri. Usaha yang dibangun berdasarkan solusi dari suatu masalah lalu dikombinasikan dengan passion benar-benar membuat RoboEdu berkembang pesat. Di tahun pertama, RoboEdu memiiki 5 karyawan dan sekarang telah berkembang menjadi 15 karyawan.

Workshop membuat robot yang diselenggarakan oleh RoboEdu. Anak-anak terlihat antusias dalam membuat robotnya. (Sumber Foto : Facebook)

RoboEdu bukan berdiri tanpa pesaing. Ada beberapa usaha yang sejenis dengan RoboEdu. Namun dengan penyajian yang kreatif dan hasil rakitan yang bisa dibawa pulang, menjadi senjata utama usaha ini masih tetap mendapat tempat dihati konsumen khususnya orangtua anak-anak SD golongan menengah ke atas. Andri berharap usahanya dapat membantu lebih banyak orangtua agar mampu mengalihkan kecanduan gadget anak-anaknya menjadi kegiatan yang positif. Bagi Andri yag terpenting dalam hidup ini adalah melakukan yang terbaik sesuai bidangnya masing-masing dan bermanfaat bagi orang banyak. (hfz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here