Upacara Hari Sumpah Pemuda tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran staf Pemkot Malang serta beberapa pemuda dan pelajar dari sekolah-sekolah yang ada di Malang. Walikota Malang, H. Sutiaji bertindak sebagai inspektur upacara dalam acara tersebut. Dalam pidatonya yang menyampaikan pesan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Zainudin Amali, Sutiaji mengungkapkan bahwa pemuda harus kembali menguatkan persatuan sesuai dengan semangat para pemuda di tahun 1928.

“Momen Sumpah Pemuda ini harus kita ingat, bahwa generasi muda harus menjunjung tinggi semangat dan persatuan bangsa, seperti pemuda pada tahun 1928 yang memiliki semangat persatuan untuk membangun satu nusa dan bangsa yang menjadi makna kemerdekaan,” ujar Sutiaji, dikutip dari suryatribunnews.com.

Foto: Surya Tribun News

Sutiaji juga menyampaikan pentingnya teknologi dalam menyampaikan informasi yang memberi pengetahuan kepada para pemuda. Menurutnya, teknologi saat ini bagaikan sebilah pisau bermata dua. Sutiaji menginginkan agar para pemuda dapat menyaring informasi untuk melihat potensi di masa yang akan datang.

“Para pemuda harus memilki karakter yang kuat, agar dapat memfilter segala informasi yang masuk melalui teknologi. Perkembangan teknologi harus dilihat potensi dan tantangannya,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemkot Malang Bahas Kolaborasi Pentahelix Bersama Walikota Cilegon

Pemkot Berikan Apresiasi Kepada Tokoh Masyarakat

Pemkot Malang juga memberikan beberapa apresiasi kepada tokoh masyarakat yang hadir dalam upacara tersebut. Tokoh yang menerima penghargaan tersebut adalah mereka yang telah berkontribusi. Adapun di bidang pendidikan, inovasi teknologi, pangan, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, sosial budaya, pariwisata dan bela negara.

Foto: Malang Post Online

Penghargaan tersebut diserahakan oleh Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah. Kelima orang yang menerima penghargaan adalah pihak-pihak yang telah berjasa dalam bidang arsip daerah, pemustaka teraktif, penulis sejarah dan perawat naskah kuno. Salah satu sosok yang menerima penghargaan tersebut adalah Lulut Edi Santoso, guru Seni dan Budaya dari SMAN 3 Malang. Ia berharap dengan penghargaan yang dia terima dapat menjadi pemicu anak-anak muda untuk terus berkontribusi di masa mendatang.

Baca Juga: Wapres JK Anugrahi Kota Malang Penghargaan Atas Inovasi Brexit

“Semoga dengan penghargaan ini dapat menjadi cambuk bagi anak-anak muda untuk terus berkarya di masa mendatang,” harapnya, dilansir dari laman suryatribunnews.com.

Editor: Icha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here