Kabarmlg.com – Kuliah Kerja Nyata? Pasti tidak jauh dari lingkungan masyarakat terutama yang masih membutuhkan pemberdayaan. Salah satu kewajiban dari mahasiswa UM yaitu memprogram KKN. Tentu kata-kata yang menyangkut pemberdayaan masyarakat pasti membuat mahasiswa ingin segera menyalurkan ide-ide kreatif mereka untuk menjadikan desa yang diberdayakan menjadi desa yang lebih maju dan terus berkembang. Ide tersebut dituangkan dalam suatu program kerja pada kuliah kerja nyata.

Salah satu program kerja mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang pada program Sinambung 2018 yaitu mengadakan pemberian pelatihan kerajinan kepada ibu-ibu PKK desa Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Pada kegiatan ini mendatangkan tenaga ahli dari LP2M UM sebagai narasumber yaitu ibu Dr. Nindyawati, S.T., M.T. selain itu dukungan penuh yang diberikan oleh ketua PPK desa Tegalweru yaitu ibu Turiani.

Mayoritas ibu-ibu di desa Tegalweru yaitu menjadi ibu rumah tangga, mulai dari mencuci, memasak, bersih-bersih, dan juga menjaga anak atau cucu mereka. Oleh karena itu kami ingin memberdayakan mereka untuk terampil membuat keterampilan sebagai alternatif pengisi waktu sembari mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Materi yang disapaikan oleh narasumber kami sangat mengena di hati para peserta yaitu tentang membuat bros menggunakan kain perca sebagai penambah hiasan pada hijab. Penyampaian materi yang sangat jelas oleh narasumber, penampilan video tutorial pembuatan bros, dan pendampingan langsung dari teman teman KKN membuat peserta cepat paham. Bahkan pada kegiatan tersebut masing-masing peserta dapat membuat lebih dari 3 buah bros yang amat cantik dengan berbagai macam warna dan hiasan.

Penyelenggaraan pelatihan ini tidaklah mudah karena membutuhkan persiapan yang cukup banyak. Tetapi semua itu terbayar bukan hanya karena penyelenggaraan yang berjalan lancar, melainkan melihat peserta pelatihan yang sangat antusias dalam mengkikuti kegiatan ini. Semoga setelah kegiatan pelatihan ini ibu-ibu khususnya di desa Tegalweru dapat terampil membuat kerajinan dan bahkan bisa menjadi pundi-pundi rupiah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here