Kabarmlg.com – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur (Jatim) mengadakan Evaluasi Kinerja dan Capacity Building BPRS periode Semester I tahun 2019 pada Senin kemarin (24/06/2019), yang bertempat di Hotel Golden Tulip, Kota Batu. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Pemegang Saham, Direksi, Komisaris dan Dewan  Pengawas Syariah dari 27 BPRS se-Jatim. Evaluasi kinerja ini merupakan salah satu wujud konkrit concern OJK terhadap perkembangan industri BPRS di Jatim dan diselenggarakan  secara rutin setiap tahun. 
This image has an empty alt attribute; its file name is WhatsApp-Image-2019-06-24-at-15.27.02-1024x682.jpeg

Evaluasi Kinerja kali ini mengangkat tema ‘Meningkatkan Daya Saing BPRS Melalui Inovasi dan Sinergi di Era Revolusi Industri 4.0'. Dalam kegiatan evaluasi ini, OJK memberikan   pemaparan mengenai perkembangan kinerja BPRS sampai dengan triwulan I tahun 2019  serta melakukan capacity building mengenai penerapan GCG dan Manajemen Risiko pada perbankan syariah serta teknik pengawasan prinsip syariah dengan narasumber yang pakar di bidangnya, yaitu Tantri Indrawati, selaku Direktur Kepatuhan BCA Syariah dan Prof.  Jaih Mubarok, sekalu Wakil Ketua Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.

Heru  Cahyono, selaku Kepala  OJK  Regional  4  Jawa  Timur, dalam sambutannya  mengungkapkan, “Tantangan perekonomian Indonesia ke depan masih tergolong cukup  tinggi seiring dengan ketidakpastian ekonomi global yang terus berlanjut dan dipengaruhi oleh meningkatnya tensi perang dagang antara Amerika dan Tiongkok, pelemahan pertumbuhan ekonomi global serta peningkatan tensi geo politik. Ditengah dinamika global, ekonomi Indonesia masih tumbuh positif yang ditopang oleh konsumsi”.
This image has an empty alt attribute; its file name is WhatsApp-Image-2019-06-24-at-15.26.57-1024x768.jpeg

Perbankan syariah di Jatim harus lebih berupaya meningkatkan prinsip kehati-hatian   dalam menyalurkan pembiayaan, mengingat risiko kredit perbankan syariah di Jatim cenderung meningkat secara signifikan dengan rasio NPF pada bulan Mei tahun 2019 sebesar 5,16%. 

Revolusi industri 4.0 telah merubah paradigma masyarakat dunia dan banyak menawarkan peluang bagi perbankan dan hal tersebut harus ditangkap oleh BPRS. Heru Cahyono, menambahkan, “Supaya pengembangan strategi bisnis yang dilakukan oleh BPRS di  Jatim bukan hanya berfokus pada produk yang dipasarkan (product based) namun bergeser (shifting) pada ide-ide untuk melakukan kolaborasi mengembangkan platform bersama (platform  based), baik dengan sesama BPRS dalam satu industri, maupun berkolaborasi dengan Bank Umum Syariah atau lembaga jasa keuangan syariah lainnya seperti asuransi syariah, fintech syariah dan LKM Syariah”.

OJK Kantor Regional 4 Jatim selalu mendorong dan mendukung upaya-upaya sinergi dalam pengembangan industri keuangan syariah yang diwujudkan dalam bentuk peluncuran   tabungan berencana gerakan menabung milenial (Tabungan Gaul iB) pada tanggal 21 Mei 2019 di Hotel JW Marriot Surabaya. Tabungan yang digagas oleh Kantor OJK Regional 4 Jatim dan dikembangkan bersama dengan ASBISINDO Kompartemen BPRS Jatim tersebut merupakan produk simpanan berbasis digital banking yang spesifik dipasarkan oleh BPRS di Jatim untuk segmen milenial, khususnya pelajar SLTA dan mahasiswa.

Selain itu, OJK Kantor Regional 4 Jatim meluncurkan APEX BPRS – Bank Jatim Syariah, yang diharapkan dapat menjadi pooling of funds untuk membantu BPRS di Jatim mengatasi kesulitan      likuiditas karena mismatch, menjadi wholesale financing BPRS, dengan menyediakan   pembiayaan linkage serta pembiayaan dana bergulir, menjadi clearing house untuk  keperluan payment system BPRS dengan menggunakan Jatim Electronic Transfer    System (JETS), serta memberikan pelatihan dan pendampingan kepada BPRS.

Reporter & Editor: Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here