Kabarmlg.com – Eksistensi seni budaya Indonesia kini semakin mendapatkan tempat di Kota Malang. Ragam festival budaya marak diselenggarakan, guna merawat warisan nenek moyang. Salah satunya adalah Festival Panji Nusantara 2019, digelar pada 11-12 Juli 2019 pukul 08.00 hingga 22.00 WIB, di Taman Krida Budaya.

Acara tersebut diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dan Kota Malang. Festival Panji Nusantara juga dapat terselenggara karena aspirasi dari komunitas dan penggiat seni di Indonesia, khususnya Kota Malang yang disambut baik oleh pemerintah.

Masyarakat Kota Malang menyaksikan pertunjukkan di Taman Krida Budaya. (Fotografer: Adam Kabarmlg)

Dalam acara tersebut diadakan Pameran Budaya Visual Panji, sebagai media untuk memerkenalkan cerita Panji yang melegenda kepada masyarakat luas, khususnya kalangan millennial.

Syarif selaku kurator seni rupa dan penanggung jawab pameran mengungkapkan bahwa festival budaya ini bertujuan untuk memperkenalkan apa dan siapa Panji itu kepada masyarakat luas.

Pada acara Festival Panji Nusantara, khususnya pada Pameran Budaya Visual. Cerita Panji dihadirkan dalam beragam karya seni rupa baik tradisional maupun kontemporer. Seperti Topeng Malangan dari Malang, Wayang Beberan dari Pacitan, hingga berbagai karya lain yang diangkat dalam bentuk kebudayaan kontemporer seperti halnya komik maupun karya audio visual.

(Foto: Adam Kabarmlg)

“Untuk ini (Festival Panji Nusantara) adalah agar orang bisa tahu dan mengerti (cerita Panji). Sehingga festival seperti ini diharapkan bisa berjalan (kedepannya) dalam jangka panjang,” ungkap Syarif.

Selain itu, Syarif selaku tokoh senior dalam bidang seni rupa mengungkapkan bahwa banyak nilai luhur dan budaya yang dapat dipetik dari tokoh Panji sebagai role model bagi kalangan muda. Seperti halnya nilai kejujuran, tegas, dan penuh pengorbanan yang banyak tersirat pada kisah-kisahnya.

Tidak hanya menghadirkan Pameran Budaya Visual saja, acara Festival Panji Nusantara juga menampilkan pagelaran atraksi budaya seperti seni jaranan, bantengan, dan reog. Dalam acara tersebut disuguhkan pula parade tari dan pertunjukkan teater dari berbagai komunitas hingga sanggar dari beberapa daerah di Indonesia.

Koleksi Topeng Malangan. (Foto: Adam Kabarmlg)

Agus, selaku sesepuh dari komunitas jaranan dan bantengan di Kota Malang yang hadir dalam acara tersebut mengungkapan bahwa dengan adanya acara tersebut dapat menjadi wadah untuk melestarikan budaya tradisional, khususnya Jawa.

“Untuk kedepannya mudah-mudahan dari Pemkot, dari Dinas Pariwisata akan mengadakan festival kesenian seperti halnya bantengan (kesenian khas Kota Malang) di Kota Malang agar seni dan budaya tradisional tidak mati digerus zaman,” harapnya. (den//rak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here