Usai melakukan studi lapangan selama empat hari di Pulau Bawean, Gresik pada bulan Juli lalu, mahasiswa jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya mengadakan pameran yang bertajuk Pusparagam pada tanggal 18-24 Oktober 2019. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan arsitektur nusantara Pulau Bawean.

“Jadi, setelah melakukan studi lapangan di Pulau Bawean, kami berniat untuk membagikan informasi ke masyarakat mengenai arsitektur nusantara yang ada di sana. Maka dari itu, kami mengadakan acara Pusparagam ini,” jelas Ajrina, salah satu panitia dari Pusparagam.

Menengok Pesona Arsitektur Bawean Melalui Pameran Pusparagam
Foto: Hazmi Rizky

Ajrina menambahkan bahwa melalui studi lapangan, tim mereka mengidentifikasi sebuah bangunan bernama Dhurung. Dhurung merupakan sebuah lumbung padi yang juga digunakan oleh masyarakat Bawean sebagai tempat untuk berkumpul.

“Dhurung ini merupakan bangunan khas di Pulau Bawean. Dhurung sendiri berfungsi sebagai lumbung padi dan juga tempat untuk berkumpul para penduduk di sana,” ujarnya.

Menengok Pesona Arsitektur Bawean Melalui Pameran Pusparagam
Foto: Hazmi Rizky

Tak Hanya Pameran, Pusparagam Juga Adakan Talkshow

Selain melakukan pameran hasil ekspedisi mereka, Pusparagam juga mengadakan talkshow untuk membagikan informasi yang mereka dapatkan di Pulau Bawean. Talkshow ini diisi oleh beberapa pemateri seperti Ar. Akhmad Fatah Yasin, IAI. (Founder Bawean Foundation sekaligus Arsitek Prinsipal dari Imajiner Architect) dan Dr.techn. Yusfan Adeputera Yusran, S.T., M.T.Ars. (Peneliti Arsitektur Nusantara dan Pencetus Studi Ekskursi Bawean Jurusan Arsitektur FT-UB).

“Talkshow kami mengundang pembicara, yakni dosen kami dan juga tokoh yang memahami seluk-beluk Bawean. Talkshownya sendiri dilaksanakan sesantai mungkin dengan pembicara yang menggunakan pakaian adat Baweam,” tutur Ajrina.

Foto: Hazmi Rizky

Acara yang bertempat di Gedung Baru Arsitektur UB ini cukup mendapat animo positif dari masyarakat. Terhitung ada puluhan pengunjung yang turut hadir memeriahkan acara yang baru pertama kali digelar pada tahun ini.

“Untuk pengunjungnya cukup banyak, mas, sekitar 90-an lah untuk talkshow kemarin. Ini jadi awal yang bagus, mengingat ini juga Pusparagam yang pertama,” kata Bramantyo, yang juga salah satu panitia dari Pusparagam.

Foto: Hazmi Rizky

Bramantyo berharap, ke depannya Pusparagam dapat hadir kembali untuk memberikan pengetahuan baru tentang arsitektur kepada masyarakat. Selain itu, ia juga ingin agar acara ini dapat mengekslpor arsitektur nusantara daerah lain yang ada di Indonesia.

“Semoga acara ini ada terus tiap tahunnya dan lebih banyak mengeksplorasi arsitektur nusantara yang ada di tanah air,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here