Sajian Buka Puasa MaxOne Ascent Hotel Malang. (Foto: Bayu Wardhana)

Kabarmlg.com – Ingin menikmati buka puasa ala Nusantara, oriental, atau timur tengah? Warga Malang tidak perlu datangi banyak tempat berbeda hanya untuk sekedar menikmati berbagai varian menu dari 3 dataran tersebut. Di MaxOne Ascent Hotel Malang opsi menu tersebut tersedia selama Ramadhan ini. Selain itu sambil menunggu buka puasa, pengunjung dapat menikmati sunset dari SkyPool roof top. Dengan suguhan view Kota Malang yang dapat dilihat secara 360 derajat.

Untuk menu Nusantara yang beragam, di MaxOne Ascent Hotel Malang sengaja dipilih nuansa Sumatera dengan ciri khasnya yang melayu. Alasan lain adalah karena warisan kuliner Sumatera sedikit-banyak mendapat pengaruh cita rasa timur tengah.

Sajian Buka Puasa MaxOne Ascent Hotel Malang. (Foto: Bayu Wardhana)

Menu di MaxOne Ascent Hotel Malang akan disajikan random setiap harinya secara bergilir dari 3 tema yang tersedia. Namun bagi Warga Malang yang melakukan reservasi awal pada tanggal kosong, maka khusus di hari pemesanan pihak hotel akan menyediakan masakan khas sesuai permintaan tamu. Cukup dengan Rp. 78.000,- net/person Warga Malang bisa menikmati buka puasa di MaxOne Ascent Hotel Malang dengan bonus reservasi 10 get 1 free.

Salah satu yang menjadi highlight dari berbagai menu tersebut, adalah Nasi Minyak. Menu Nusantara yang berasimiliasi dengan kuliner timur tengah. Nasi ini sekilas mirip Nasi Kebuli lengkap dengan rempah dasar yang hampir sama. Namun yang membuatnya khas adalah cara memasaknya yang menggunakan minyak samin. Inilah alasannya dinamakan Nasi Minyak.

Sajian Buka Puasa MaxOne Ascent Hotel Malang. (Foto: Bayu Wardhana)

Nasi Minyak biasa disantap dengan makanan pelengkap seperti daging merah atau daging ayam, sambosa, dan lain-lain. Beruntungnya tamu di MaxOne Ascent Hotel Malang karena tim Food and Beverage amat memperhatikan selera tamunya. Hingga pengolahan daging pun diperhatikan sesuai selera umumnya pasar.

Sandy Mustika, selaku Chef MaxOne Ascent Hotel Malang, mengungkapkan, “Semua menu berbahan daging kambing yang kami sajikan disini, kami ganti dengan alternatif daging ayam atau sapi. Karena tidak semua orang suka makan daging kambing dan default-nya orang Indonesia sendiri, kalau tidak makan daging sapi ya ayam”.

Reporter: Bayu Wardhana
Editor: Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here