Kabarmlg.com – Dalam kancah sepak bola nasional, Kota Malang terkenal dengan kesebelasan Arema-nya. Hal itu menumbuhkan identitas sepak bola malangan bagi masyarakat lokal Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu). Eksistensi dan perkembangan sepak bola lokal pun telah didukung dengan hadirnya liga setara profesional, Malang Football League.

Selain Arema, tentu banyak tim sepak bola dari Malang Raya yang sejak lama telah berkiprah dalam kancah sepak bola nasional. Sebut saja Persema Malang dan Persekam Metro FC, yang juga banyak mengorbitkan bakat-bakat pesepak bola muda. Kehadiran talenta muda dan berbakat asli Malang menjadi salah satu alasan dibentuknya Malang Football League atau disingkat MFL.

Malang Football League merupakan liga sepakbola amatir tingkat kota yang berafiliasi dengan Bandung Premier League (BPL). Pembentukan Malang Football League sendiri mengambil inspirasi dari turnamen liga amatir tingkat kota yang terlebih dahulu ada, yaitu Bandung Premier League.

Sama halnya seperti BPL sebagai pendahulunya, Malang Football League juga memakai teknologi serupa VAR (Video Assistant Referee) yang akan dikembangkan lebih lanjut oleh pihak operator MFL dalam membantu tugas wasit di lapangan.

Terobosan menarik yang membuat Malang Football League menjadi khas dibanding liga-liga amatir di seluruh Indonesia yaitu, penggunaan jingle dalam pertandingan, adanya maskot resmi (Sam Ongis), sistem ticketing online, hingga penggunaan alat bantu komunikasi wasit.

Terobosan lain juga akan dilakukan oleh pihak penyelenggara kedepannya, seperti inovasi untuk membeli tiket pertandingan dengan menggunakan sampah sebagai media pembayarannya. Hal tersebut sebagai langkah untuk menangani beragam isu sosial dan lingkungan, seperti halnya sampah plastik.

Selain itu, dalam penyelenggaraanya Malang Football League juga memakai SDM asli dari Malang. Seperti halnya penggunaan bola dalam pertandingan hingga jersey yang dipakai oleh tiap kesebelasan, merupakan produk asli Malang. Hal tersebut sebagaimana yang dijelaskan oleh Safdella Afrianto, bertujuan untuk memajukan ekonomi kreatif di Malang.

MFL (IG: malangfootballleague) akan digelar perdana pada hari Sabtu, tanggal 13 Juli 2019 pukul 10.00-13.50 WIB di Stadion Universitas Muhammadiyah Malang.

Menurut Safdella Afrianto (CEO Malang Football League), harapan ke depan dengan adanya Malang Football League adalah untuk membawa nama Malang agar semakin besar dan menjadi inspirasi bagi khalayak luas.

Tidak hanya menjadi inspirasi bagi kancah persepakbolaan di tanah air, “MFL sendiri memiliki target untuk membuka 20.000 lapangan pekerjaan pada tahun 2020 dengan diselenggarakannya kompetisi sepakbola amatir ini,” tambah Safdella.

Malang Football League sebagai salah satu inisiator dalam penggerak ekonomi kreatif memiliki misi untuk dapat memberdayakan anak-anak jalanan dan masyarakat tidak mampu untuk dapat mengasah keterampilan mereka dalam bidang seni dan kreatifitas.

Selain mengasah bakat muda, tentunya MFL hadir sebagai angin segar bagi bertumbuhnya inovasi serta inspirasi untuk persepakbolaan di tanah air. Safdella menegaskan target dan harapannya bahwa Malang harus menjadi salah satu yang berperan dalam perkembangan sepak bola di Indonesia.

Reporter: Denny
Fotografer: Adam
Editor: Rizka Ayu Kartini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here