Kabarmlg.com – Pemutaran Film Ziarah di bioskop baru saja selesai. Dari beberapa titik pemutaran, Malang salah satunya. Warga Malang berkesempatan untuk mengapresiasi film Ziarah mulai tanggal 18-22 Mei 2017. Namun karna antusiasme warga Malang, film Ziarah bahkan tambah layar hingga tanggal 23 Mei lalu. Film ini berhasil mengajak belasan ribu penonton termasuk warga Malang untuk mengerti caranya berdamai dengan masa lalu, pun berdamai dengan film Indie.

Sebelumnya, Kang Yu mungkin masih ingat jalan cerita di Film Ziarah. Mengisahkan tentang mbah Sri yang sudah berumur 90 tahun lebih, ingin mencari makam suaminya yakni Mbah Parwiro Sahid. Mbah Parwiro ini dulunya merupakan pejuang militer pada tahun sebelum era reformasi. Kemudian beliau berpamitan pada Mbah Sri untuk berperang dan jika ia tak kembali, ia berkata bahwa dirinya berarti telah bersatu dengan tanah yang ia bela. Setelah itu tahun demi tahun berganti, puluhan tahun pun terlewati. Pada usia senjanya, Mbah Sri mencari keberadaan makam Mbah Perwiro hanya untuk satu tujuan yakni dimakamkan disamping suaminya tercinta itu. Dengan mengelilingi daerah Jawa Tengah, Mbah Sri mencari dan mendengar berbagai kisah simpang siur keberadaan makam suaminya.

“Aku sampai nangis ketika mbah Sri datang ke makam suaminya dan menabur bunga. Film ini keren! Bahkan bisa bikin penonton resah sampai akhir” ungkap kakang Sulchan saat ditanyai pendapatnya setelah menonton Ziarah.

Kisah cinta dan masa lalu yang kental dengan gambaran tokoh yang sederhana dan lekat dengan budaya Jawa. Film Ziarah berhasil menarik simpati penonton setelahnya. Tidak hanya tentang perjuangan yang ditangkap penonton, tapi juga tentang cinta yang tulus dan keikhlasan.

“Endingnya saya serahkan kepada penonton. Boleh ditafsirkan secara merdeka dan apapun itu, sah sah saja” ungkap BW Purba selaku sutradara saat hadir dalam pemutaran film Ziarah Sabtu lalu di Mandala.

Film ini telah menarik perhatian 16.962 penonton di berbagai daerah di Indonesia. Angka yang cukup fantastis untuk film Indie yang dapat diterima masyarakat. Bahkan di Malang sendiri, antusian penonton sangat besar. Semua ini menunjukkan bahwa keberadaan fim Indie sudah mulai bisa diterima di masyarakat. Akhirnya, dari film Ziarah masyarakat atau penonton bisa memetik sebuah makna tentang keikhlasan atas masa lalu, pun berdamai dengan keberadaan film indie.

 

Sumber foto: docs Tim Pemutaran Film Ziarah Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here