Kabarmlg.com – Inovasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa dari Kota Malang. Mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) yaitu Ria Rismawati (FMIPA Biologi), Immega Adeli Nurdin (FMIPA Biologi), dan M.Nizham Pradhipta (FAPET) yang berhasil menciptakan inovasi berupa pemanfaatan jerami padi menjadi alternatif pengawet minuman.

Foto: dok. pribadi

Penelitian yang juga didampingi oleh Nurul Jadid Mubarakati, dari FMIPA
UNISMA tersebut untuk meneliti nanolignin jerami padi. Kemudian dibiosintesis menggunakan bakteri lactobacillus bulgaricus sebagai biopreservatif atau pengawet alami.

Penelitian ini memiliki goal untuk mengurangi penggunaan pengawet berbahan
kimia di Indonesia. Dengan beralih kepada bahan alternatif/pengawet alami yang lebih aman bagi kesehatan konsumen. Selain itu juga memiliki banyak nilai lebih, terutama nilai ekonomis.

Foto: dok. pribadi

“Penelitian kami ini bertujuan untuk mengetahui karakter dan potensi dari jerami
padi sendiri sehingga bisa di manfaatkan untuk pengawet alami yang ramah lingkungan”, terang Ria Rismawati. Penggunaan bahan yang dapat ditemukan disekitar kita, seperti jerami padi merupakan resources yang dapat dimanfaatkan serta diolah secara optimal
sebagai solusi bahan pengawet alami.

Berdasarkan uji karakterisasi yang dilakukan oleh ketiga mahasiswa tersebut, diantaranya uji SEM-EDX di UB, uji PSA di UIN Maliki, uji FTIR dan Uji Uv-Vis di FMIPA UB, telah menghasilkan output sesuai dengan apa yang diharapkan. Telah terbukti bahwa jerami padi memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai biopreservatif.

Foto: dok. pribadi

“Jadi penelitian kami ini masih 90%, dan sudah sampai ke karakterisasi dari hasil
biosintesis oleh bakteri tersebut. Hasilnya berpotensi dan bisa di jadikan sebagai
pengawet alami,” Ria menegaskan. Untuk penelitian selanjutnya, ketiga mahasiswa tersebut akan melakukan uji preklinik, antimikroba dan kehalalan produk sebelum diaplikasikan ke masyarakat.

“Kita sebagai generasi muda harusnya bisa memberikan perubahan yang positif
terutama bagi sekitar kita, karena kaalau tidak dimulai dari kita sendiri terus siapa
lagi?” tutup Ria.

Reporter: Denny

Editor: Rizka Ayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here