Kabarmlg.com – Mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Malang, Luthfin ‘Abidah, merupakan satu-satunya mahasiswa dari PTS yang terpilih untuk mengikuti NIAPP (NTCA Indonesia Australia Pastoral Program). Program tersebut merupakan pelatihan dan magang tentang industri peternakan di Australia.

Program ini bertujuan untuk memahami kerjasama peternakan antara Indonesia dan Australia. Diikuti oleh 20 peserta dari 15 Universitas di seluruh Indonesia. NIAPP sendiri terlaksana sejak tahun 2012 atas inisiasi dan kerjasama ISPI (Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia) dengan NTCA (Northern Territory Cattlement Association). NTCA merupakan asosiasi peternak di Northern Territory, Australia.

Foto: dok. pribadi

Sebelum diberangkatkan untuk menimba ilmu di Australia, para peserta mendapatkan pelatihan selama 3 hari di PT Pasir Tengah Cianjur, Jawa Barat. Dalam pelatihan tersebut, para peserta dilatih berbagai hal sebagai persiapan awal. Diantaranya adalah pengenalan low stress cattle handling (menggiring sapi tanpa membuat sapi stress), dan pengenalan tentang lembaga peternakan yang akan menaungi mereka di Australia.

Selain itu, culture shock handling atau pemahaman bagi delegasi agar tidak kaget budaya di Australia juga diberikan dalam pelatihan. Setelah menjalani pelatihan selama 3 hari, para peserta dilepas oleh Dirjen Belmawa KEMENRISTEKDIKTI di Jakarta pada 16 Agustus.

Foto: dok. pribadi

Para peserta akan diberangkatkan ke Australia pada tanggal 25 Agustus untuk mengikuti pelatihan selama 2 minggu di Alice Spring, Australia Utara. Selanjutnya mereka akan melakukan magang di station (industri peternakan Australia) sampai akhir Oktober 2019. Tujuan utama dari program NIAPP  untuk mendukung kemandirian peternakan Indonesia. Sehingga, para mahasiswa yang mengikuti program ini diharapkan dapat menjadi profesional dalam dunia peternakan, khususnya industri sapi potong.

Luthfin juga menambahkan bahwa, program ini adalah langkah awal untuk membantu terwujudnya cita-cita Indonesia dalam swasembada daging. “Saya tertarik untuk mengikuti kegiatan ini karena saya ingin menjadi bagian dari orang-orang yang membawa kemajuan bagi peternakan Indonesia,” ungkapnya.

Foto: dok. pribadi

Gadis yang juga bercita-cita untuk menjadi konsultan di bidang peternakan ini, berharap dengan mengikuti program ini, ia dapat menyalurkan ilmunya untuk membantu industri peternakan. Khususnya peternak lokal dalam pengembangannya di Indonesia.
“Saya pun ingin memotivasi teman-teman dan adek kelas saya di kampus, bahwa siapapun bisa mendapatkan kesempatan emas ini, asal usaha melejit dan doa melangit”, imbuhnya.

Reporter: Denny
Editor: Rizka Ayu 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here