Kabarmlg.com – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa dari salah satu universitas di Kota Malang. M.Syauqy Alghifary dan M. Ulya Akmal, kafilah dari Universitas Brawijaya. Mereka berhasil meraih juara 1 lomba debat ilmiah kandungan Al-Qur'an dalam bahasa Arab, pada ajang Musabaqoh Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVI 2019 di Universitas Syiah Kuala, Aceh.

Dalam ajang yang dinaungi Kemenristekdikti tersebut, terdapat 15 cabang lomba serta 1 eksibisi yang mempertemukan 179 PTN/PTS dari seluruh penjuru tanah air. Tahun ini, UB mengirimkan 30 orang delegasi untuk MTQMN. Untuk lomba debat bahasa Arab sendiri, menggunakan sistem British Parlementary. Sistem itu memertemukan 4 tim sekaligus dalam setiap sesinya. Setiap tim terdiri dari 2 orang peserta perwakilan satu perguruan tinggi.

Foto: dok. pribadi

Lomba debat digelar pada 29 Juli-2 Agustus, terdapat 34 pertandingan dan dibagi dalam 4 tahap. Dimulai dari babak penyisihan yang berlangsung selama 3 hari. Kemudian dilanjutkan dengan babak perempat final (16 tim), semifinal (8 tim), hingga akhirnya babak final yang mempertemukan 4 tim terbaik. UB berhasil meraih juara 1. Sedangkan juara 2 diraih Universitas Gadjah Mada dan juara 3 diraih Universitas Negeri Malang.

Syauqy  atau yang lebih akrab disapa Oqy menceritakan bahwa, persiapan untuk lomba telah dimulai sejak 3 bulan lamanya. Didampingi oleh dua orang pembina yakni Ustadz Taufiqurrahman dan Ustadzah Mala Fimelyana, mereka mematangkan tidak hanya persiapan secara intelektual, tapi juga secara spiritual bersama dengan teman-teman kafilah yang mengikuti perlombaan tersebut.

Foto: dok. pribadi

“Rintangan yang kami rasakan selama ini pastinya adalah latihan rutin setiap hari yang (hampir) tidak ada istirahatnya, dan juga pastinya banyak hal yang kami korbankan agar bisa fokus untuk menghadapi lomba. Antara lain adalah minimnya waktu liburan bersama keluarga dan masih ada banyak pengorbanan lain yang tidak mampu kami sebutkan secara keseluruhan,” terangnya.

Kendati demikian, setiap perjuangan yang mereka lalui dengan disertai doa dan istiqomah dapat menorehkan hasil yang terbaik. “Motivasi kami tentunya adalah membanggakan kedua orang tua serta memotivasi teman-teman lainnya untuk berani berkecimpung dalam ajang yang sama,” imbuhnya.

Foto: dok. pribadi

Inspirasi yang ingin diberikan oleh mereka dengan berhasil menjuari ajang bergengsi tersebut adalah, untuk terus berusaha dan berjuang demi kebanggaan almamater bersama. Oqy juga menambahkan bahwa, sejatinya perlombaan tidak hanya sebagai ajang kompetisi namun juga sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi.

Ia berpesan agar generasi muda terus belajar dan berusaha. Khususnya melalui ajang MTQ yang mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran Al-Qur'an dalam setiap aspek kehidupan. Sehingga, setiap langkah kita tidak bisa terlepas darinya agar tetap berada pada jalan yang baik dan benar, demikian pungkasnya.

Reporter: Denny
Editor: Rizka Ayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here