Kabarmlg.com – Handoko Dwi Utomo, mahasiswa semester 5 jurusan D3 Akuntansi Politeknik Negeri Malang, berhasil meraih medali perak dalam kompetisi Pencak Silat di Bali International Championship (BIC). BIC diselenggarakan pada 26 – 28 Juli 2019, di Gor Lila Bhuana, Denpasar Utara.

Pada kejuaraan tersebut dilombakan beragam kategori mulai dari SD, SMP, SMA, hingga Mahasiswa dan Dewasa. Pesertanya tidak hanya dari Indonesia saja, namun juga negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Foto: dok. pribadi

Dari dalam negeri, peserta yang mengikuti kompetisi tersebut tersebar dari berbagai macam daerah dan provinsi. Untuk kategori mahasiswa, Indonesia menyabet seluruh medali. Selain medali perak yang ditorehkan oleh Handoko, medali emas diraih oleh tuan rumah Bali, sementara medali perunggu diraih oleh peserta dari Mataram dan Jember.

Handoko telah terjun dalam dunia persilatan sejak 2012. Ia membagi rahasianya agar dapat tampil maksimal dalam ajang tersebut. Yaitu dengan tekun berlatih dan berdoa. Sebelum pertandingan, ia melakukan banyak persiapan dalam latihan. Seperti mematangkan teknik hingga melakukan perenggangan dalam latihan ketika mendekati hari pertandingan.

“Yang terpenting doa orang tua, khususnya ibu. Sangat berpengaruh untuk mental ketika bertanding”, ungkapnya. Selain itu, ia juga menerapkan amanah dari gurunya, agar sebagai seorang muslim untuk selalu menjaga wudhu ketika hendak bertanding.

Foto: dok. pribadi

Dirinya juga mengungkapkan bahwa dalam suatu pertandingan, yang paling berat adalah melawan diri sendiri. Karena saat dicurangi oleh lawan tanding, emosi kita harus stabil dan tetap sportif serta berusaha semaksimal mungkin dengan bersabar, mengatur tenaga, nafas dan ritme permainan.

Motivasi terbesar bagi Handoko dalam menekuni olahraga silat adalah untuk turut melestarikan silat sebagai budaya Indonesia. Terlebih lagi dirinya mempersembahkan pencapaiannya selama ini untuk seluruh masyarakat Kota Malang dan almamternya.

Foto: dok. pribadi

“Setiap perjuangan itu tidak selamanya berhasil, kadang berhasil kadang tidak namun yang penting jangan menyerah, berusaha semaksimal mungkin, perkara hasil yang terpenting adalah doa dan usaha maksimal”, ia menambahkan.

Pemuda asal Arjosari ini juga memberikan semangat bagi generasi muda yang mendalami olahraga beladiri khususnya pencak silat, untuk jangan pernah berhenti berlatih dan cepat berpuas diri. “Hasil tidak akan pernah menghianati proses. Never give up and low profile for results, selalu bersyukur dan rendah hati akan hasil yang diperoleh,” pungkasnya.

Reporter: Denny
Editor: Rizka Ayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here