Kabarmlg.com – Sebagai kota pendidikan, Malang tak henti-hentinya menghasilkan prestasi gemilang. Achmad Ilmi Arya Putra, Syarifatul Izza, dan Dwi Uchtiyawati, merupakan 3 mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya. Mereka berhasil meraih juara 1 dalam lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diselenggarakan di UTC Hotel Petompon, Semarang.

Foto: dok. pribadi

Perlombaan tersebut dihelat pada 2-4 Agustus. Diselenggarakan oleh organisasi penelitian dari Fakultas Teknik UNNES, bernama EnerC. Pada ajang tersebut, sebanyak 200 tim dari seluruh Indonesia telah mengirimkan paper, akan tetapi hanya 10 tim terpilih yang berhasil lolos.

Hasil maksimal diraih oleh perwakilan UB. Dua tim dari FTP, masing-masing menyabet Juara 1 dan 3. Tema kesehatan menjadi pokok utama perlombaan. Ketiga mahasiswa yang tergabung di lembaga kepenulisan ARSC FTP UB tersebut, mengangkat permasalahan Diabetes Mellitus dan Iron Deficiency Anaemia (IDA) sebagai topik karya tulis mereka.

Tepung garut, maizena, dan tepung kacang merah dipilih oleh mereka sebagai bahan penelitian. “Kami memilih umbi garut karena memiliki pati resisten dan indeks glikemik yang rendah diantara umbi-umbian lainnya. Jadi bahan ini sangat baik bagi penderita diabetes,” jelas Achmad.

Foto: dok. pribadi

Kacang merah dipilih karena memiliki zat besi tertinggi, dibanding kacang-kacang lainnya. Sehingga, baik dikonsumsi penderita anemia. Keterbatasan alat laboratorium yang dimiliki tak menjadi kendala. Mereka menginisiasi membuat bentuk serupa beras secara manual. Mereka memakai pasta maker yang dipotong kecil layaknya beras.

“Karena masyarakat masih mengutamakan bentuk fisik dari makanan yang dipilih daripada manfaatnya. Kami pun mencari formulasi terbaik agar dapat diterima masyarakat. Yang paling kami utamakan adalah sifat fisik beras tersebut,” terangnya.

Foto: dok. pribadi

Ia juga menceritakan, bahwa perlombaan tersebut juga menjadi ajang bagi inovator muda untuk sharing. Banyak peserta dalam ajang tersebut memiliki ide yang tidak kalah cemerlang. Sehingga memacu mereka untuk lebih bersemangat lagi. “Kami berharap agar bisa memerkenalkan lebih luas lagi, tentang inovasi berupa beras analog yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” jelas mereka.

Dengan mengikuti lomba tersebut, mereka telah mengangkat nama besar Universitas Brawijaya, terlebih Fakultas Teknologi Pertanian dan lembaga kepenulisan ilmiah ARSC. “Untuk anak muda teruslah berusaha dan belajar, karena sejatinya, kita mahasiswa nantinya akan turun ke masyarakat dan memberikan banyak manfaat,” ujar mereka.

Reporter: Denny
Editor: Rizka Ayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here