Kabarmlg.com – Kota Malang memiliki 17 kampung wisata tematik. Salah satunya adalah Kampung Heritage Kayutangan. Perkampungan ini bertahan dengan arsitektur kuno sarat sejarah di balik gedung-gedung modern yang mewarnai wajah kota. Berwisata menyusuri Kayutangan seperti diajak untuk bernostalgia akan wajah kota tempo dulu. 

Arsitektur historis yang dapat kalian jumpai di Kayutangan sangat beragam. Mulai dari sistem irigasi zaman kolonial, kompleks pertokoan, makam, hingga pasar krempyeng. Tak ketinggalan juga rumah-rumah tua yang antik.

 

Pertunjukkan musik keroncong. (Foto: Bayu)

Akses menuju Kayutangan terbilang mudah, dapat ditempuh dengan 5 menit berjalan kaki dari Alun-Alun Kota, atau 10 menit dari Stasiun Kota Malang menggunakan kendaraan bermotor. Ada beberapa akses masuk dan parkir kendaraan yang tersedia untuk wisatawan.

Pertama bisa melalui Jl. A.R Hakim di selatan, Jl. Semeru di sisi utara, atau Jl. Basuki Rahmat di sisi timur. Untuk dapat memasuki area wisata, pengunjung dikenai tarif Rp. 5.000,-/orang. Sebagai tanda masuk, kita akan diberi cinderamata berupa stiker dan post card berdesain gambar rumah ikonik di Kayutangan.

Foto: Bayu

Pengunjung bisa menyusuri kampung sambil belajar sejarah. Tiap rumah dengan nilai historis dilengkapi papan keterangan. Sembari berpetualang mencari sudut instagramable, kita juga bisa memetik nilai historis bangunannya.

Bila beruntung, kita bisa melihat koleksi barang antic milik warga Kampung Heritage Kayutangan, menikmati jajanan lawas, & performa grup musik keroncong. Photobooth instagramable juga disediakan untuk memanjakan pengunjung yang datang.

“Pemandangannya bagus, ada unsur kolonial-kolonialnya, untuk spot foto juga banyak yang menarik, dan juga masih ada barang-barang antik banyak di sana, bangunan rumah warga juga banyak yang masih terjaga,” ujar Fitri, pengunjung asal Lamongan.

Foto: Bayu

Pemerintah Kota Malang menobatkan kampung ini sebagai tujuan wisata heritage pada 22 April 2018. Upaya pengangkatan citra dan promosi pun terus digalakkan dan membuat banyak wisatawan berdatangan.

“Kampung Heritage Kayutangan itu mempunyai beberapa keistimewaan yang tidak dimiliki kampung-kampung lain. Kampung ini adalah kampung yang berada di tengah kota dengan potensi heritage, potensi ekonomi kreatif, dan potensi pelestarian cagar budaya,” tutur Agung H.B, Kasi Pemasaran Wisata Disbudpar Kota Malang.

Sebutan sebagai Kampung Heritage bagi Kayutangan ini dinilai Agung tidaklah berlebihan, karena memang di kampung tersebut banyak menampilkan rumah-rumah kuno berciri khas arsitektur zaman indisch.  

Foto: Bayu

Sebagai ikon wisata heritage Kota Malang, Kampung Kayutangan memiliki agenda tahunan. Diantaranya Festival Pasar Krempyeng, serta Riyayan di Kampung Kayutangan. Tak hanya sebatas warisan kebendaan dan arsitektur saja. Beragam kuliner warisan leluhur pun dapat kita jumpai di warung-warung sekitar. Dan semuanya diolah swadaya oleh warga.

Bila kalian merasa lelah seusai berkeliling. Ada rekomendasi wisata kuliner wajib coba yang letaknya tak jauh dari kawasan kampung. Tepat di sebelah gapura masuk di Jl. A.R Hakim kalian bisa jumpai Depot Es Talun, salah satu kuliner legendaris Kota Malang.

Wah benar-benar paket wisata yang lengkap! Wisata sejarah edukatif, lingkungan bersih, millennial friendly dengan spot instagramable, akses mudah, biaya murah, warga ramah, lengkap dengan kuliner dan oleh-olehnya. 

Reporter & Fotografer: Bayu Wardhana
Editor: Rizka Ayu Kartini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here