Kabarmlg.com – Ditengah globalisasi, hubungan antar negara kini tidak lagi dibatasi oleh jarak maupun waktu. Pertukaran arus baik informasi maupun budaya kian marak dirasakan oleh masyarakat dari berbagai penjuru dunia. Hal tersebut juga dirasakan oleh Kota Malang, sebagai kota heterogen dan banyak ditinggali oleh mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia maupun negara lain.

Foto: Den

Keberagaman budaya tersebut coba diangkat oleh AIESEC UMM dalam acara Global Village Festival yang diselenggarakan Sabtu (10/8). Bertempat di Taman Krida Budaya Kota Malang. Acara yang dikemas untuk pertukaran budaya oleh 27 mahasiswa asing dari 13 negara, merupakan wujud dari social project yang diadakan oleh AIESEC UMM dan para mahasiswa asing.

Social project tersebut meliputi 2 proyek utama, yaitu Dream School Project yang merupakan aksi mahasiswa asing untuk mengajarkan kepada pelajar SMP dan SMA di Kota Malang tentang hal yang bersifat quality education. Kemudian proyek yang kedua adalah Down to Earth. Di mana para mahasiswa asing tersebut akan mengadakan campaign untuk social impact seperti halnya mengurangi single-use plastic, penanaman pohon kembali, serta membantu membersihkan sampah dalam CFD di Jalan Ijen.

Foto: Den

Acara yang diselenggarakan mulai pukul 9 pagi hingga 7 malam tersebut meliputi berbagai macam rangkaian seperti penampilan budaya oleh mahasiswa asing dari tiap negara hingga sajian kuliner tradisional dari masing-masing negara yang tersaji secara gratis bagi pengunjung.

Diungkapkan oleh Manja Herawza, selaku ketua pelaksana Global Village Festival,
bahwa acara tersebut sejatinya bertujuan untuk mewujudkan toleransi dan kedamaian sosial. “By doing cross culture experience, kita tampakkan budaya sehingga saling memahami”, ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Gita, Shahnaz, dan Frili, pelajar dari SMAN 5 Malang tersebut berharap agar acara serupa dapat terus terselenggara kedepannya, karena bagi mereka hal tersebut merupakan momen dimana bisa saling mengenal kebudayaan antar negara.

Foto: Den

Sebagaimana yang juga diungkapkan oleh peserta Global Village Festival bernama Camela dan Eva dari Republik Ceko. “Saya sangat menyukai acara ini penampilan dari tiap negara sangat menakjubkan, saya sangat excited walau ini pertama kalinya datang ke Indonesia,”ungkap Camela.

“Kita bisa menunjukkan kepada yang lain tentang budaya kita (Republik Ceko) begitupun dengan mereka, dan kita dapat saling terhubung (akrab) satu sama lain lebih dari yang kami pikirkan,” Eva menambahkan.

Foto: Den

Mereka juga menceritakan hal yang mereka sukai dari Indonesia seperti halnya makanan, kekayaan alam, dan keramah tamahan orang Indonesia. Besar harapan dari mereka dengan diselenggarakannya acara ini agar dapat terhubung dengan berbagai orang dari berbagai negara dan kebudayaan yang berbeda, walaupun adanya perbedaan tapi hal tersebut tidak menjadi halangan.

Besar harapan dari AIESEC selaku penyelenggara, agar kedepannya acara ini dapat menjadi contoh sekaligus impact awal bagi cross-culture understanding dalam memahami perbedaan serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan, yang diawali dari mengetahui dan berkomunikasi dengan mahasiswa asing dengan latar belakang sosial maupun budaya yang berbeda.

Reporter: Denny
Editor: Rizka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here