Kabarmlg.com – Pada era modern ini, banyak sekali inovasi yang bermunculan. Selain ditunjang oleh perkembangan teknologi yang cukup pesat, juga dikarenakan para pemuda-pemudi yang mulai berpikiran terbuka. Inilah yang mengawali terbentuknya Gerakan Bersedekah Santri Al Ghifari atau GIFT pada 1 Februari 2017.

GIFT atau Gerakan Free Ifthor adalah sebuah gerakan donasi yang hasilnya ditujukan untuk berbagi makanan buka puasa sunnah pada hari Senin dan kamis. Dalam sehari, jumlah makanan yang dibagikan berkisar antara 130-150 porsi.

Santri dari Pesantren Mahasiswa Mahasiswa Masjid Al Ghifari adalah penggagas gerakan ini. Sebenarnya, kegiatan berbagi makanan buka puasa di masjid  Al Ghifari sudah ada sebelum GIFT terbentuk. Namun, manajemennya masih belum rapi. “Dulu orang-orang masih berebut makanan dan tidak jelas mana jamaah yang puasa atau tidak. Pembagian makanannya juga masih tidak pasti, kadang ada kadang tidak ada. Nah, karena itu akhirnya kami mempunyai ide untuk membuat GIFT.” jelas Faiz, salah seorang santri.

Awalnya, GIFT dibentuk hanya dengan tujuan sederhana yaitu membuat manajemen pembagian ifthor di masjid Al Ghifari lebih baik. Seiring berjalannya waktu, tujuan dan semangat para santri semakin besar. “Saat ini, kami sedang berusaha menyebarkan budaya puasa sunnah. Masih dalam tahap mempelajari system dan test trial error. Harapannya nanti bisa menularkan gerakan ini ke masjid-masjid lain dengan relawan para pemuda.” tambah Faiz.

Bertambahnya jumlah jamaah masjid Al Ghifari membuktikan bahwa gerakan ini membawa banyak manfaat. Semenjak ada GIFT, semakin banyak orang yang aware untuk berpuasa sunnah dan bersedekah. Untuk KangYu yang ingin berdonasi pun sangat mudah. Tidak hanya berupa uang, GIFT juga menerima donasi berupa makanan.

“Program GIFT ini sangat bagus. Dengan cara yang modern yakni sosmed, teman-teman santri masjid Al Ghifari bisa melakukan dakwah melalui Gerakan Free Ifthor. Dengan begitu, bisa mengajak para pemuda yang mayoritas pengguna sosmed agar lebih peduli pada lingkungan sosial.” pendapat salah satu warga Malang, Wulan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here