Kabarmlg.com –  Diselenggarakan sejak 2018 di berbagai wilayah dan kota di seluruh Indonesia. Festival Musik Rumah menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta musik tanah air, khususnya musik indie. Atmosfer dan experience berbeda yang diberikan tidak akan ditemukan pada acara-acara musik serupa.

Acara festival musik rumah adalah acara partisipatoris yang diselenggarakan oleh
partisipan penampil dan tuan rumah sebagai tempatnya. Festival musik yang merupakan gigs musik kecil-kecilan di rumah ini pertama kali digagas oleh Petrus Briyanto Adi, akrab disapa mas Adoy yang berdomisili di Salatiga.

Foto: Den

Seperti yang dijelaskan oleh Mas’aril Muhtadin, ketua penyelenggara Festival Musik Rumah di Malang, menjelaskan bahwa aspek sosial menjadi nilai lebih dalam acara ini.
“Antara penampil dengan yang datang dapat berbaur dekat, menjalin kedekatan dalam
perbedaan sekaligus menambah relasi dalam hidup kita,” jelasnya. Festival yang juga telah terselenggara di luar negeri seperti Belanda dan Jepang ini sejatinya merupakan sebuah gigs music yang menggaet musisi lokal di tiap kota atau daerah sebagai partisipan penampil.

Foto: Den

Festival berlangsung dari sore hingga malam hari (17/8). Bertempat di Studio Seni Kakasya, yang mana adalah rumah seorang partisipan dalam Festival Musik Rumah. Festival menampilkan berbagai musisi lokal asal Malang, diantaranya adalah Mata Lentera, Harmoniora, Adi Alam, dan Mati Di Saturnus. Pada Festival Musik Rumah kali ini mengusung tema “Merayakan Kebhinekaan, Merawat Kebersamaan, Menjalani Kebahagiaan.”

“Karena kebahagiaan itu bisa dijalani dengan bikin acara seperti ini, simple dan saling berproses,” Aril menegaskan. Acara yang mengundang khalayak umum untuk hadir tersebut memilki harapan agar dapat mengapresiasi karya-karya musisi lokal. Serta menumbuhkan aspek sosial dengan menambah relasi, yang sejatinya tidak dapat ditemukan di festival musik berprofit pada umumnya.

Foto: Den

“Acara ini adalah wadah bagi musisi lokal untuk saling mengapresiasi karya. Dalam acara ini juga semuanya melebur menjadi satu, bebas berkenalan,” Aril menambahkan.
Melihat antusiasme yang positif, pihak penyelenggara pun berencana akan menyelenggarakan acara serupa ke depannya. Karena nilai positif dalam acara ini sendiri telah memiliki pesan tersirat yang dapat dirasakan bagi setiap insan yang datang.

Reporter: Denny
Editor: Rizka Ayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here