Kabarmlg.com – Sebagai salah satu negara yang menjadi paru-paru dunia, Indonesia memiliki banyak hutan alami maupun hutan lindung di setiap pulaunya. Di lain sisi, kondisi di beberapa hutan di Indonesia seringkali terkena bencana kebakaran hutan, terutama saat musim kemarau.

Foto: dok DISTECH

Berangkat dari masalah tersebut, ketiga mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya, menciptakan sebuah alat bernama DISTECH (Disaster Detection Technology). Terdiri dari Bagas Priyo Hadi Wibowo, Rizka Sisna Riyanti, dan Muhammad Kholifa Bihaque, mereka tergabung dalam sebuah tim bernama DISTECH. Tim yang dibimbing langsung oleh dosen Teknik Elektro Universitas Brawijaya, Eka Maulana. 

Foto: dok DISTECH

Berawal dari sebuah peristiwa kebakaran di daerah savana Gunung Bromo. Bencana itu merubah area yang indah menjadi kawasan gersang. Sehingga, membutuhkan usaha serta waktu yang lama untuk memulihkan. Maka, tergeraklah ketiga mahasiswa tersebut untuk menciptakan temuan berupa deteksi dini kebakaran hutan.

“Kami coba cari informasi kebakaran di Indonesia dan ternyata cukup intens. Apalagi di daerah Riau dan Kalimantan. Biaya yang dikeluarkan untuk proses reboisasinya juga banyak, apalagi waktu untuk rehabilitasinya. Dari hal itulah kami mencoba mengolah pikir untuk meminimalkan potensi dari bencana kebakaran hutan, serta sistem deteksi dini. Agar dampak dari kebakaran juga bisa diminalkan,” Bagas menjelaskan.

Foto: dok DISTECH

Ide untuk menciptakan alat deteksi dini kebakaran hutan tercipta sejak bulan Agustus tahun 2018. Untuk DISTECH sendiri, satu unit alat tersebut pernah diuji coba dengan dipasang di UB Forest. Ternyata hasilnya dinilai cukup memuaskan. Sementara untuk risetnya, ketiga mahasiswa tersebut melakukannya di Laboratorium Elektronika dan Laboratorium Sistem Digital Teknik Elektro Universitas Brawijaya.

“Jadi setelah tercetus ide, kita langsung coba realisasi prototypenya, setelah dua minggu barulah tercipta prototype pertama. Kemudian, kami melakukan riset untuk sensor dan komponen lainnya. Hingga produk final itu (DISTECH) telah selesai kurang lebih pada bulan Mei,” jelas Bagas.

Foto: dok DISTECH

Bagas juga menambahkan bahwa, untuk saat ini alat tersebut masih terus dilakukan riset lanjutan. Karena adanya kemungkinan perubahan desain untuk lebih mengoptimalkan kinerja dari alat tersebut. Besar harapan bagi mereka agar inovasi tersebut dapat diaplikasikan secara penuh di kemudian hari. “Anak muda jangan takut untuk mencoba hal baru, teruslah berinovasi demi kemajuan negeri,” pungkasnya.

Reporter: Denny
Editor: Rizka Ayu Kartini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here