Kabarmlg.com – Dirgahayu Republik Indonesia!!! 73 tahun yang lalu bangsa Indonesia telah resmi merdeka dari penjajah yang beratus tahun menguasai Indonesia. Segala bentuk perjuangan bangsa Indonesia hingga titik darah penghabisan menjadi sebuah perjuangan untuk berkibarnya Sang Merah Putih. dari Sabang hingga Merauke menjadi saksi bagaimana sebuah proses jiwa dan raga bangsa Indonesia dipasrahkan. Kali ini tim Kabarmlg akan mengulik tentang saksi kemerdekaan tersebut di Kota Malang.

17 Agustus menjadi sebuah momentum yang dibanggakan oleh bangsa Indonesia. Saat ini beragam cara dilakukan masyarakat untuk memperingati HUT RI tersebut. Mengikuti upacara pengibaran bendera menjadi menjadi hal yang wajib dilaksanakan. Selain itu, banyak pula masyarakat yang mengunjungi tempat-tempat bersejarah dalam mengisi hari libur nasional tersebut. Seperti halnya kota Malang yang juga memiliki tempat bersejarah, ada yang tau itu dimana?? Ya!! Museum Brawijaya.

 Museum Brawjiaya tampak depan (Foto:Maseo)

Museum Brawijaya merupakan museum bersejarah yang terletak di Jalan Ijen kota Malang tersebut menyimpan banyak koleksi benda kala masa perjuangan. Mulai dari gambar-gambar pahlawan, seragam pejuang, senjata perjuang hingga transportasi di masa itu juga dirawat di Museum tersebut. Tampak juga meja kursi yang pernah dipakai oleh Ir. Soekarna, Muh. Hatta, dan Kolonel Soengkono sebagai perwakilan Indonesia, serta Brigjen Mallaby sebagai perwakilan sekutu untuk berunding terkait gencatan senjata di Surabaya.

Mobil sedan buatan parbrik DE SOTO USA yang digunakan Kolonel Soengkono saat menjabat sebagai Panglima Divisi IV Narotama dan Panglima Divisi Brawijaya tahun1948-1950 di Jawa Timur (Foto:Maseo)

Meja kursi Gubernur Jawa Timur yang pernah digunakan untuk perundingan gencatan senjata antara pihak Indonesia dan sekutu di Surabaya (Fot:Maseo)

Selain itu, pengunjung juga akan merasa berbeda ketika melihat sebuah gerbong yang ada di halaman belakang Museum Brawijaya. Sebuah gerbong yang dijuluki gerbong maut tersebut banyak menggugurkan pahlawan Indonesia karena kesadisan Belanda. Kala itu satu diantara tiga gerbong itu digunakan Belanda untuk memindah ratusan tawanan pejuang dari Bondowoso menuju Surabaya. Tidak tersedianya ventilasi udara mengakibatkan puluhan pejuang harus gugur.

Gerbong berwarna hitam putih ini merupakan satu diantara ketiga gerbong yang digunakan Belanda untuk membawa tawanan pejuang (Foto:Maseo)

Nah, sebagai masyarakat Indonesia saat ini kita harus tetap mengenang perjuangan bangsa Indonesia. Salah satunya mengunjungi sebuah ikon-ikon bersejarah yang juga ada di kota Malang. “Sebagai masyarakat, minimal kita mengetahui latar belakang dan sejarah bangsa Indonesia. Dari sini kita juga bisa belajar dan mengetahui sekiranya hal-hal apa yang belum tercapai dan bisa diterapkan di generasi kita”, ungkap Muslim, mahasiswa yang mengunjungi Museum Brawijaya

Walaupun Museum tersebut tampak tidak terlalu ramai, namun tiap harinya masih tetap ada pengunjung yang ingin melihat koleksi  di Museum yang buka mulai pukul 08.00 WIB setiap harinya. Cukup membayar Rp 3.000,- kalian bisa menjadi generasi yang setidaknya peduli dengan sejarah. Yuk kita sempatkan mengunjungi Museum Brawijaya yang berada di seberang Perpustakaan Pusat Kota Malang tersebut.(jty)

Tidak sulit bagi pendatang baru untuk mencari Museum Brawijaya, karena terdapat penanda tank di depan area Museum di Jalan Ijen itu (Foto:Maseo)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here