“Dari Muhammadiyah Untuk Bangsa” begitulah slogan UMM yang menjadi komitmen dalam membangun masyarakat. Jika kita mendengar sebutan kampung edukasi, pasti yang ada dibayangan kita adalah kampung yang berisi ilmu-ilmu.

Siapa sangka jika mahasiswa UMM yang terbentuk dalam kelompok PRAKTIKUM II Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UMM di Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang akan Malang akan membranding sebuah komunitas Happy Village dengan menghadirkan Kampung Edukasi NPH (Ngepeh) yang nantinya menjadikan sebuah Desa Literasi. Happy Village ada komunitas yang di naungi oleh Omah Sinau dengan Project Good Village Project.

Happy Village merupakan komunitas sosial di Malang yang bergerak di bidang pendidikan anak. Kami percaya bahwa pendidikan yang baik akan membuka jendela harapan baru bagi sebuah perubahan di desa dan Indonesia.

Happy Village juga membuka kelas gratis seperti kelas gambar, kelas tari tradisional, kelas sains, kelas musik, dan kelas bahasa inggris, kelas batik dengan bertujuan untuk menambah keahlian, memperluas wawasan, dan membuka peluang untuk memperbaiki kualitas hidup.

Di sini fokus utama Happy Village, membangun desa edukasi ditengah masyarakat desa yang memberikan ruang aktualisasi diri bagi anak-anak diluar bidang akademis, dalam artian tidak hanya bidang akademis, jadi bagaimana anak-anak itu bisa mengeksplorasi bakat dan potensi dirinya. “Ujar, Ajeng Ria Aprilina selaku supervisi seting”.

Happy Village juga membuka kesempatan dengan wisatawan yaitu wisatwan asing “Bule”. Jadi dalam membuka kesempatan tersebut, hal ini telah menjadi salah satu program utama Happy Village dengan mengajar bahasa inggris secara aktif dikampung.

Dengan melihat masyarakat desa yang masih belum mengetahui pentingnya ilmu dan pengetahuan, disini Happy Village memberikan kontribusi untuk masyarakat desa. Jadi dalam hal ini dapat memberikan perubahan pada pola pikir, dan menjadikan anak-anak mampu menjadi generasi yang bernalar kritis, progresif dan berkontribusi positif terhadap desanya.

Ibadur Rahman Akbar, selaku koordinator desa (kordes) dari Praktikum II memaparkan bahwa ide untuk membranding komunitas Happy Village  dengan menghadirkan Kampung Edukasi NPH berawal dari hasil survey yang telah dilakukan oleh kelompok Praktikum II tersebut.

Pasalnya, ia melihat banyak sekali potensi edukasi yang ada di tempat tersebut. Misalnya ada beberapa ruang baca atau perpustakaaan mini di halaman rumah warga, pembuatan pengolahan tempe, pembuatan stale kock, dan pengolahan limba satle kock dibuat kerjainan kupu-kupu.

Dengan keberadaan praktikan sebagai agen perubahan, praktikan membawa dampak positif dengan beberapa program unggulan seperti Edukasi visual, Ruang Baca, Mobil KaCa UMM serta Manajament Organisasi. Dengan adanya Kampung Edukasi praktikan memberikan sebuah bentuk apresiasi dengan menambahkan spot yang ada di Dusun Ngepeh dengan tema yang berbeda-beda, ditambah dengan gambar mural tentang proses pembuatan tempe di industri tempe, mural ruang baca sebagai daya tarik anak agar lebih bersemangat untuk membaca buku dan menghafal sesuatu dengan kebiasaan yang setiap hari dilihat. Kemudian dilanjutkan mural proses metamorfosis kupu-kupu serta game edukasi “Find Word Animal” dengan tujuan menambah wawasan serta pengetahuan anak-anak Dusun Ngepeh tersebut.

Dengan usaha dan keyakinan, ia bersama anggota Praktikum II yang lain akhirnya berinovasi untuk membranding komunitas Happy Village dengan menghadirkan Kampung Edukasi NPH melalui desa literasi dengan membawa sebuah program yang salah satunya membangun daya pengetahuan yang inisiatif, kreatif, aplikatif, dan progresif yang berada di Ngepeh.

Komunitas Happy Village hanya segelintir orang saja yang mengetahui atau bahkan banyak yang tidak tahu, sehingga kami ingin berinovasi untuk membrandingn komunitas Village dengaan menghadirkan Kampung Edukasi NPH kepada khalayak umum. Dengan kedatangan kami sebagai pratikan bisa mengenalkan kampung edukasi ini yang nantinya akan menjadi icon dari Ngepeh dan dikenal oleh khalayak umum.

Menurut Bapak Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan (Supervisi Akdemik) Kampung Edukasi NPH ini nantinya akan membawa dampak positif bagi kemajuan generasi muda di Ngepeh, keberadaan  Praktikan Ilmu Kesejahteraan Sosial yang beranggotakan 19 anak yang tergabung dalam satu kelompok, dengan membawa sebuah program yang nantinya mampu membantu membranding dan memviralkan adanya Kampung Edukasi NPH agar lebih dikenal kepada khalayak umum.

Beliau juga menyarankan agar praktikan dapat mendedikasikan ilmu serta mampu berpratik secara berkolektif didalam sebuah masyarakat dan mampu berkontribusi pada pengembangan masyarakat sebagai penggerak ke arah perubahan yang lebih baik.

Setelah nantinya adanya Kampung Edukasi NPH ini khalayak umum dapat mengetahui keberadaannya dan bisa datang untuk belajar serta mengenal Kampung Edukasih NPHPraktikan Happy Village Kesos-UMM

#banggajadipeksos #masyarakat #pengembanganmasyarakat #kampungedukasi #omahsinau #IKSUMM #labkesosumm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here