Basra Masra saat open booth di Brawijaya Fashion Week 2018. (Foto : Maseo)

Kabarmlg.com – Kreativitas tanpa batas. Inilah suatu kalimat yang dapat menggambarkan dua mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) ini, Angela Merici dan Bhagas Arta Bangun. Keduanya merupakan mahasiswa semester empat jurusan Seni Rupa, yang memiliki kreasi unik berbahan dasar resin dan bunga kering. Dua komponen tersebut disulapnya menjadi sebuah aksesoris yang sangat menarik, layaknya bunga yang dibalut oleh lapisan kaca. Aksesoris yang banyak digemari oleh perempuan ini beragam, seperti kalung, cincin, anting dan gelang nan cantik.

Berawal dari banyaknya waktu luang, Merici dan Bhagas mencoba untuk berpikir bagaimana cara memanfaatkan waktu tersebut sebaik mungkin. Muncullah ide membuat aksesoris, yang mayoritas banyak disukai orang dan tentunya sesuai bidang mereka yaitu seni. Inovasi membuat aksesoris ini juga bukan hal yang mudah bagi dua mahasiswa ini, karena dibutuhkan riset juga pembelajaran dalam menciptanya. “Awalnya bingung, bagaimana kira-kira untuk mengisi waktu luang sembari kuliah ini. Akhirnya kita mikir, dapatlah ide buat bikin aksesoris saja. Awalnya lihat aksesoris kaya gini itu di instagram dan pinterest luar negeri, lalu bagaimana kalo kita coba munculin ini di Malang”, tutur Bhagas.

Beberapa karya aksesoris yang sangat menarik dari Basra Masra. (Foto : Maseo)

Kreasi aksesoris yang mereka ciptakan sejak tahun 2017 ini dinamai dengan Basra Masra, yang merupakan sebuah nama brand yang terdiri dari kata ‘berasa’ dan ‘merasa’. Merici dan Bhagas ingin karya mereka dirasakan dan dinikmati oleh konsumen, seperti rasa yang ingin disampaikan oleh pembuatnya.

“Kita berharap, siapapun yang membeli Basra Masra dapat merasakan rasa yang sama seperti kita (Meirci dan Bhagas). Tapi dari kata berasa dan merasa ini kemudian kita sederhanakan menjadi Basra Masra agar lebih mudah diucapkan”, ungkap Merici.

Beberapa contoh liontin kalung dari ragam bunga yang cantik dari Basra Masra. (Foto : Maseo)

Pembuatan aksesoris ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama. Terlebih dalam proses pengeringan bunga yang membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Teknik Oshibana, yang merupakan teknik mengeringkan bunga dari Jepang inilah yang menjadi tahapan dari pembuatan aksesoris Basra Masra. Menggunakan media kertas khusus dan juga tumpukkan buku, terciptalah hiasan bunga kering yang nantinya akan dikombinasikan dengan cairan bening bernama resin. Alhasil, aksesoris menarik dari bunga ini siap memanjakan mata konsumen. Terlebih tentang bunga, dimana warna-warna bunga tersebut dapat memberikan kesan positif bagi orang yang melihatnya.

Bunga Baby Breath dari Eropa menjadi koleksi baru di Basra Masra. (Foto : Maseo)

Menariknya, di tangan terampil pencetus Basra Masra, bunga-bunga lokal yang bahkan sering dijumpai di sepanjang jalan dapat menjadi karya aksesoris yang memiliki nilai estetika. Juga batang kayu pun dijadikannya sebagai bahan aksesoris. Tidak hanya bunga lokal saja, Basra Masra juga memberikan sentuhan Eropa disalah satu karyanya. Sebuah bunga imut bernama Baby Breath juga menjadi koleksi baru aksesoris Basra Masra yang tidak kalah menarik. Tak heran karya aksesoris yang dipasarkan melalui instagram ini telah didistribusikan di berbagai kota, seperti Surabaya, Jakarta, Tangerang, Kalimantan, dan Malang tentunya. Negara yang terkenal dengan Patung Merlion, Singapura juga menjadi penikmat dari aksesoris Basra Masra.(jty)

Kalung cantik lengkap dengan packaging yang rapi dari Basra Masra siap sampai ke tangan penikmat seni. (Foto : Maseo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here