Kabarmlg.com – Kalau ngobrolin tentang Tuhan maka secara sadar atau tidak arahnya akan menjurus ke religiusitas. Tak heran, banyak yang enggan membahas topik ini lebih lanjut karena bobotnya terlalu berat. Namun, beda halnya dengan si Mbah Sujiwo Tedjo. Seniman sableng yang terkenal dengan ketradisionalannya yang masih melekat ini tak ragu untuk untuk membahas Tuhan dalam buku terbarunya. Tuhan Maha Asyik, sekelumit cerita pilihan hidup yang menjadi primadona manusia-manusia ‘nyeni’ di Nusantara.

Mbah Tedjo dalam acara Tuhan Maha Asyik Karya Diwangkara EO Fisip Universitas Brawijaya

Sabtu (7/5) bertempat di Basement Dome UMM, Diwangkara EO menghadirkan si Mbah Sujiwo Tedjo untuk memberantas bibit galau pada anak muda. Mengembalikan mereka ke jalan yang benar dalam mencari pilihan hidup, serta menebar virus-virus seni tradisional pada milenials. Dibuka dengan talkshow singkat mengenai bedah buku terbarunya, si Mbah tejo, begitu sapaan akrabnya bercerita tentang banyak hal. Mulai dari tradisi, hidup, hingga wejangan manis tentang cinta. Katanya, “Manusia bisa memilih menikah dengan siapa, tapi dia tidak bisa memilih untuk mencintai siapa.” Sejenak, riuh langsung terdengar karena penonton tambah baper.

Berkolaborasi dengan kelompok paduan suara dari Universitas Brawijaya, Mbah tejo tampil bernyanyi membawakan lagu-lagunya yang ‘nyeni’ banget. Performance yang memadukan pecah vokal modern dengan iringan tradisonal dan sajak-sajak bahasa lawas semakin menguatkan unsur tradisional. Terdengar gaul dan keren, sayang kalau sampai terlewat sehingga banyak dari penonton yang mengangkat ponselnya untuk mengabadikan.

Mbah Tedjo Berkolaborasi dengan Kelompok Paduan Suara Brawijaya

Event Tuhan Maha Asyik sendiri memiliki harapan agar nilai-nilia tradisional di kalangan milenials sekarang selalu mampu bertahan, bahkan kalau bisa kembali eksis seperti sedia kala. Tuhan itu Maha Asyik, jadi jangan lupakan nilai-niali yang sudah dititipkanNya pada manusia. Lestarikan, dan tanamkan sehingga seni dan segala pilihan dalam kehidupan senantiasa kece. Salam ‘Nyeni!’.

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here