Kabarmlg.com – Indonesia sebagai negara multikultural memiliki banyak sekali budaya. Budaya yang terdapat di masing-masing daerah pun sangat beraneka ragam, mulai dari seni tari, musik, pakaian, bangunan rumah, bahkan makanan. Saking banyaknya sampai sangat sulit untuk dihafal. Meski begitu, sebagai warga negara Indonesia, Kangyu tetap harus mengenali budaya Indonesia. Tidak hanya melalui bacaan, Kangyu wajib menghadiri event-event bertajuk kebudayaan seperti Sarwari Budaya. Kenali ragam budaya nusantara melalui Sarwari Budaya.

Melalui pagelaran budaya yang bernama Sarwari Budaya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang berusaha mengenalkan ragam budaya nusantara. Acara yang diselenggarakan pada Senin dan Selasa (15-16/5) ini digelar di Helipad UMM. Persiapan yang memakan waktu selama 2 bulan tidak sia-sia karena acara berjalan lancar.

Parade budaya dan fashion show baju adat (Photo : Dennoxadb)

Selain bazar kebudayaan, kegiatan lainnya adalah parade budaya dan  fashion show baju adat. Sekitar sepuluh organisasi daerah seperti Kalimantan Selatan, Banyuwangi, Pamekasan, dan lain-lain turut memeriahkan acara dengan menampilkan tarian ataupun kesenian lainnya dari daerah masing-masing. Tidak hanya orda, pengunjung yang hadir pun berasal dari berbagai daerah. Mereka tampak antusias menikmati pertunjukan budaya dari daerah lain yang bukan asalnya.

Kemeriahan malam penutupan Sarwari Budaya BEM UMM (Photo : Dennoxadb)

Diselenggarakannya acara ini tentu bukan tanpa tujuan. Selain dalam rangka menutup periode kepengurusan, BEM UMM juga membawa harapan besar. “Semakin hari, dunia semakin berkembang. Mau tidak mau kita dituntut untuk menjalani gaya hidup modern. Maka dari itu, kami berharap kita sebagai orang Indonesia yang memiliki banyak sekali budaya tetap bisa berkembang dan berproses tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang ada pada kebudayaan daerah masing-masing. Tidak hanya itu, kita memang berasal dari daerah yang berbeda, tapi kita harus saling mengenal dan mengetahui budaya masing-masing agar tidak ada kesalahpahaman budaya.” jelas Nungki, selaku wapresma UMM.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here