MALANG, Kabarmlg.com – Tepat pada 30 Maret 2017 lalu, Indonesia memperingati Hari Film Nasional yang ke-67. Perkembangan film sebagai salah satu karya seni menunjukkan kemajuan yang sangat pesat, tak terkecuali di Kota Malang. Banyaknya komunitas penggiat film yang ada, turut andil dalam hal tersebut. Sebagai bukti, dalam rangka perayaan HFN yang ke-67, sebuah museum film telah resmi diluncurkan di Malang.

Indonesian Old Cinema Museum yang terletak di Jl. Soekarno Hatta No.45, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, diluncurkan pada hari Minggu (3/4). Peluncuran museum dihadiri oleh beberapa anggota dari PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) Jawa Timur, SENAKKI (Sekretariat Nasional Kine Klub Indonesia), juga beberapa budayawan.

 

Hariadi (Ketua PERFIKI Jawa Timur) sedang memberikan sambutan.

Hariadi selaku Ketua PERFIKI (Persatuan Film Keliling Indonesia) Jawa Timur mengungkapkan bahwa sudah lama ingin membuat museum film jaman dulu. Dengan bantuan beberapa rekan, keinginan itu akhirnya bisa terwujud.

Beberapa poster jaman dulu yang dipajang di Indonesian Old Cinema Museum.

Mulai dari majalah, poster, proyektor, bahkan roll film tempo dulu, bisa dijumpai di museum ini. Tidak hanya sebagai objek wisata mengenai perfilman, Indonesian Old Cinema Museum di Malang diharapkan bisa menjadi media pembelajaran khususnya bagi generasi muda yang bergelut di dunia kreatif. “Dengan adanya museum ini, harapannya bisa menjembatani siapa saja yang ingin belajar mengenai film. Di Malang ini banyak komunitas film, untuk mengetahui bagaimana film tempo dulu, ya di sini tempatnya.”, jelas Dymas Agust, salah satu anggota Parfi Jawa Timur.

Agus Hartono, ketua DPC Parfi Malang Raya juga mengutarakan pendapatnya terkait manfaat adanya museum film. “Sangat menarik juga bermanfaat. Selain media pembelajaran, melalui museum ini, orang bisa tahu susahnya pembuatan film jaman dulu. Selain susah juga mahal karena keterbatasan alat. Jadi, orang produksi film itu tidak main-main.”, jelasnya.

Pemutaran film “Pengantin Rimba Hitam” menggunakan proyektor jaman dulu

Memang, hadirnya Indonesian Old Cinema Museum menjadi sesuatu yang menarik karena sebelumnya tidak pernah ada di Malang. Bahkan, dalam acara peluncurannya, film produksi tahun 1989 berjudul “Pengantin Rimba Hitam” sengaja diputar menggunakan proyektor kuno untuk menarik perhatian pengunjung.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here