Nostalgia, Lebih Dekat Dengan Cerita Kajoe Tangan Lewat Suasana Dan Arsitektur Bergaya Eropa

Kabarmlg.com – KAJOE TANGAN, salah satu kawasan yang rasanya tak akan pernah lepas dalam sejarah kota Malang. Dari namanya yang unik dan khas tempo dulu, tergambar pada bagaimana kawasan ini berkembang sejak zaman Hindia Belanda hingga perubahannya saat ini.

Kajoe Tangan (baca: Kayu Tangan) menjadi salah satu ikon sejarah sekaligus wisata yang menarik untuk dihampiri dan ditelusuri. Selain memiliki napak tilas sejarah yang epik pada setiap titik kawasan, Kayu Tangan menyuguhkan jejeran bangunan-bangunan yang sebagian besar kini masih bergaya tempo dulu. Ditambah, hiruk pikuk suasana kawasan yang berada tepat di jantung kota Malang. Walaupun kini pertokoan Kayu Tangan ramai dengan berbagai jenis usaha seperti butik, cafe, penginapan hingga bank, namun sentuhan Eropa pada sebagian gedung-gedung tersebut lantas tak hilang.

Mulai dari Alun Alun kota Malang, KangYu dapat menyusuri bangunan-bangunan yang mengelilingi Alun Alun seperti Masjid Jami’, Bank Indonesia hingga Kantor Pajak. Salah satu penginapan yang berlokasi di dekat Alun Alun adalah Hotel Pelangi, salah satu hotel tua di Malang yang masih mempertahankan suasana heritage nya.

Gereja Katolik Kudus Yesus,salah satu ikon khas Kayu Tangan (foto: Ramzy)

Menuju ke arah titik persimpangan antara Gereja Katolik Kudus Yesus dengan pertokoan Kayu Tangan, disini KangYu akan disuguhkan dengan ikon-ikon menarik Kayu Tangan. Seperti Gereja Katolik Kudus Yesus yang memiliki gaya arsitektur bangunan yang epik, gereja ini hampir selalu menjadi pusat perhatian wisatawan akan keindahan bangunannya. Setelah itu, di depan bangunan tersebut terdapat patung salah satu tokoh sastra Indonesia yang hingga kini namanya masih harum akan puisi-puisinya yang luar biasa, Chairil Anwar.

Jejeran pertokoan Kayu Tangan yang ramai dengan segala jenis usaha (foto: Ramzy)

Kemudian berjalan sedikit pada sepanjang jalan Basuki Rachmad, pertokoan Kayu Tangan berjejer rapat dengan beragam usaha. Nah, KangYu bisa juga membeli beberapa incaran kebutuhan di sepanjang pertokoan Kayu Tangan ini.

Mampir ke kedai es krim legendaris Malang, Toko Oen. Peninggalan Belanda(foto: Ramzy)

Gaya bangunan yang masih ala tempo dulu (foto: Ramzy)

Tidak hanya berisi butik-butik pakaian, penginapan dan perkantoran. Kayu Tangan memiliki salah satu toko es krim yang sangat legendaris, Toko Oen. Tentunya bukan tempat yang asing bagi masyarakat Malang. Toko Oen ini adalah toko es krim sejak zaman Belanda. Tidak hanya masrakat lokal saja yang menjadi pengunjung kedai ini, turis asing pun menjadi pengunjung spesial kedai es krim lawas ini. Asyiknya, gaya bangunan Toko Oen ini masih benar-benar bergaya bangunan asli Belanda dan sangat terawat. Hendak memasuki toko ini, KangYu akan disambut dengan tulisan berbahasa Belanda. Jangan sampai lupa mampir kesini ya, KangYu!

Landmark Kayu Tangan (foto: Ramzy)

Tak lupa, tulisan KAJOE TANGAN ini juga menjadi spot yang menarik, selayaknya apresiasi kepada kawasan tersebut sebagai salah satu kawasan heritage sekaligus menjadi simbol.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here